Menyembelih Kurban di Hari Tasyrik Kurang Afdol?

Donasi Wakaf

Bismillah

Waktu nenyembelih kurban membentang dari setelah sholat id 10 Dzulhijah, sampai terbenam matahari di 13 Dzulhijjah akhir hari Tasyrik. Karena waktu penyembelihannya adalah hari raya idul Adha dan tiga hari tasyrik, totalnya empat hari. Empat hari ini disebut sebagai Ayyamun Nahr.

Ibnul Qayyim rahimahullah menukil perkataan sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu di dalam kitab Zaadul Ma’ad,

أيام النحر : يوم النحر ، وثلاثة أيام بعده

Ayyamun Nahr (waktu nenyembelih kurban) adalah, hari nahr (hari raya idul Adha) dan tiga hari setelahnya (hari tasyrik).”

Kesimpulan fikih ini juga dipegang oleh Imam Hasan Al-Basri, Atho’ bin Abi Robah, Al-Auza’i dan Imam Syafi’i. (Lihat : Zadul Ma’aad jilid 1, hal. 310 – 311)

Dasarnya, hadis Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

كل منى منحر ، وكل أيام التشريق ذبح

“Seluruh wilayah Mina adalah tempat menyembelih hadyu dan semua hari tasyrik adalah waktu untuk menyembelih.” (Hadis ini dinilai Shahih oleh Syekh Albani, di dalam “As-Silsilah Ash-Shahihah”, no. 2476)

Namun bicara waktu yang paling afdol nenyembelih kurban, maka hari pertama atau hari raya idulul adha adalah waktu yang paling afdol. Terutama, mendekati usai sholat id.

Alasannya adalah :

Allah memerintahkan untuk segera dalam melakukan amal sholih.

Dalam surat surat Ali ‘Imran, ayat 133, Allah berfirman,

۞وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ

Bersegeralah kalian mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Praktek Nabi ﷺ.

Kebiasaan Nabi ﷺ di hari raya idul Adha, beliau tidak sarapan sebelum sholat id. Beliau memulai sarapannya di hari raya idul Adha, dengan kambing sembelihan kurban beliau.

Dari Buraidah radhiyallahu’anhu, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ ، وَلا يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ ، فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ .

“Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam tidaklah berangkat melaksanakan sholat idul Fitri melainkan makan terlebih dahulu. Dan beliau tidak makan sebelum sholat idul Adha sampai beliau pulang ke rumah. Lalu makan dari hewan kurban beliau. (HR. Ahmad no. 22475)

Ini dalil bahwa kurban yang dilakukan oleh Nabi ﷺ selalu di hari raya idul Adha (hari pertama Ayyamun Nahr), setelah sholat id.

Syekh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah menerangkan,

ويجوز ذبح الأضحية في الوقت ليلاً ونهارا ً، والذبح في النهار أولى ، ويوم العيد بعد الخطبتين أفضل ، وكل يوم أفضل مما يليه ؛ لما فيه من المبادرة إلى فعل الخير

“Menyembelih kurban boleh dilakukan di siang ataupun malam hari. Namun nenyembelih di siang hari lebih afdol. Dan nenyembelih setelah selesai dua khutbah id, lebih afdol. Menyembelih kurban di hari pertama (hari raya), lebih afdol daripada hari-hari sesudahnya (hari tasyrik).” (Ahkam Al-Udhhiyah, dikutip dari islamqa.info)

Hamalatul Quran Yogyakarta, 24 Dzulqo’dah 1441 


Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Artikel : TheHumairo.com

Anda bisa berkurban dari rumah saja, bersama lembaga penyalur kurban terpercaya insyaAllah; Baitul Mal Nur Ramadhan. Cukup klik gambar :

Kurban bersama Nur Ramadhan

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here