Empat Bukti Dukhan Muncul Jumat 15 Ramadhan, Hoax – Bantahan Untuk UZMA 

Donasi Wakaf

Bismillah

Cerita-cerita spektakuler dan menegangkan memang sering memanjakan telinga mendengarnya. Yang mempunyai bakat kepo, akan semakin penasaran, ingin mendengar lagi dan lagi. Apalagi masyarakat tanah air dikenal menyenangi cerita-cerita horor. Wajar bila konten-konten seperti ini mudah sekali viral di negeri ini.

Allahulmusta’aan

Akhir-akhir ini konten viral yang mengisi beranda YouTube dan sosmed lainnya, adalah ceramah penceramah akhir zaman seperti UZMA (Ustadz Zulkifli Muhammad Ali) dkk, seputar kemunculan dukhon atau asap yang merupakan salahsatu tanda kiamat besar, di Jumat pertengahan ramadhan besuk ini.

Saya hanya kasihan dengan saudara kita sesama muslim, menjadi sangat ketakutan ketika mendengar penjelasan mereka tentang akhir zaman.

Ibuk saya nangis mintak anaknya pulang karena denger duhan itu…. Kiamat itu pasti tpi rahasia Allah.” Tulis Windar Sih di komentar sebuah akun YouTube.

Berikut ini empat bukti dukhon 2020 Jumat pertengahan Ramadhan adalah kabar hoax :

Pertama, urutan keluarnya tanda kiamat.

Secara urutan, pernyataan bahwa dukhon akan keluar Jumat pertengahan ramadhan besuk ini, keliru. Karena keluarnya dukhan, bukan tanda kiamat besar yang keluar pertama. Meski ada perbedaan pendapat ulama tentang urutan keluarnya tanda kiamat, karena adanya perbedaan redaksi riwayat yang menerangkan urutan tanda kiamat.

Namun berikut kami sampaikan kesimpulan para ulama setelah kajian mereka terhadap riwayat-riwayat tersebut, bahwa dukhon bukan tanda kiamat yang pertama keluar :

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah :

الذي يترجح من مجموع الأخبار أن خروج الدجال أول الآيات العظام المؤذنة بتغير الأحوال العامة في معظم الأرض، وينتهي ذلك بموت عيسى عليه السلام
,وأنّ طلوع الشمس من المغرب هو أول الآيات العظام المؤذنة بتغير أحوال العالم العلوي، وينتهي ذلك بقيام الساعة

“Setelah mengkaji hadis-hadis tentang tanda kiamat, maka tampak kuat bahwa kemunculan Dajjal adalah tanda kiamat besar pertama yang menunjukkan perubahan keadaan bumi secara umum. Hal ini berakhir dengan wafatnya Isa alaihis salaam. Kemudian terbitnya matahari dari barat, adalah tanda kiamat pertama yang muncul sebagai tanda perubahan kondisi alam langit. Lalu berakhir dengan tibanya Kiamat.” (Fathul Bari, 14/691)

Imam At-Thibi rahimahullah :

الآيات أمارات الساعة، إما على قربها وإما على حصولها، فمن الأول : الدجال، ونزول عيسى، ويأجوج ومأجوج، والخسف. ومن الثاني: الدخان، وطلوع الشمس من مغربها، وخروج الدابة، والنار التي تحشر الناس

Tanda – tanda itu sebagai sinyal tibanya Kiamat. Bisa berupa :

1- tanda sebagai sinyal dekatnya kiamat
2- tanda sebagai sinyal terjadinya kiamat.

Diantara tanda-tanda kiamat yang tergolong jenis pertama : munculnya Dajjal kemudian turunnya Isa, keluarnya Ya’juj Ma’juj dan terjadi gerhana.

Adapun yang tergolong jenis kedua adalah : keluarnya dukhon, terbitnya matahari dari barat, keluarnya Dabbah (binatang aneh) dan api yang akan menggiring manusia ke padang Mahsyar.” (Fathul Bari, 14/690)

Sekarang kita coba bertanya kepada para penceramah itu, apakah Dajjal sudah keluar, sehingga kalian berani membuat statement Jumat besuk dukhon keluar?! Kalau sudah keluar mengapa kabarnya tidak viral? Corona saja viral, masak Dajjal ngga viral?!

Kedua, kemana Imam Mahdi?

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengabarkan :

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي يَمْلَأُ الارض قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

“Andaikan dunia tinggal sehari lagi, Allah Taala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku (keturunanku) namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku (Muhammad bin Abdillah). Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penindasaan.” (HR Abu Dawud, dishohihkan oleh al Albani, Shohih al Jami’ as Shoghir, No 5304).

Dalam hadis yang lain dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

ينزل عيسى بن مريم، فيقول أميرهم المهدي : تعال صل بنا, فيقول : لا إن بعضهم أمير بعض تكرمة الله هذه الأمة

“Isa bin Maryam akan turun. Lalu pemimpin mereka (umatku) akan berkata, “Mari silahkan mengimani sholat kami.”

Nabi Isa menjawab, “Tidak, sesungguhnya sebagian umat ini adalah pemimpin bagi sebagian lainnya. Sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini”.

(HR. Haris bin Abu Usamah dalam kitab musnadnya, sebagaimana tersebut dalam “Al-Manar Al-Munif” karya Ibnul Qayyim hal. 147-148, beliau menilai, “Sanad hadis ini jayyid.” Hadis yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 156)

Dua hadis di atas; serta hadis-hadis shahih lainnya yang menceritakan Imam Mahdi, menunjukkan :
1. Saat Imam Mahdi keluar, Islam kuat dan dunia ini makmur.
2. Imam Mahdi keluar di masa turunnya Nabi Isa dan kemunculan Dajjal; karena diantara visi turunnya Nabi Isa ke bumi adalah, membunuh Dajjal.

Sekarang kita lihat, apakah Imam Mahdi sudah keluar?

Belum!!

Kalau saja sudah keluar sebagaimana pernah disampaikan URB dalam salahsatu ceramahnya, dengan dalih chat WhatsApp mahasiswa Madinah yang mengabarkan munculnya Imam Mahdi di Madinah, tentu dunia ini sekarang sangat makmur dan Islam ini berjaya. Namun apa yang terjadi di dunia saat ini? Ekonomi dunia saat ini sedang porak-poranda karena diserang pendemi Corona?! Islam masih diinjak-injak oleh orang kafir?!

Kemudian para ulama menyimpulkan dari hadis di atas, bahwa kemunculan Imam Mahdi terjadi di zaman yang sama dengan munculnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa.

Kita juga telah mengetahui dari paparan di point pertama, bahwa Dajjal muncul sebelum dukhon. Sekarang apakah Imam Mahdi, Nabi Isa dan si pendusta Dajjal, sudah muncul?! Sehingga tenang membuat statement viral, dukhon muncul besuk Jumat?!

Jadi, jika Imam Mahdi saja belum muncul, apalagi Dajjal, Apalagi Nabi Isa, lebih parah lagi, Dukhon! Ini tinggal sehari lho?! Masak besuk Jumat keluar Dukhon, hari ini kita masih tenang-tenang saja bersama keluarga di rumah. Justeru berita Corona yang membuat goncang dunia. Harusnya hari ini nih, kalau memang benar besuk itu dukhon muncul, kabar tentang Dajjal dan kemunculan Imam Mahdi, lebih-lebih lagi turunnya Nabi Isa, lebih trending daripada corona. Orang sudah ngga peduli lagi dengan Corona.

Ada-ada saja kalian ini…

Ribuan atau bahkan jutaan orang ketakutan karena statement hoax anda. Ini kezaliman yang harus dibayar dengan bertaubat di dunia, atau sidang di padang Mahsyar. Satu orang saja yang kita zalimi, sangat mahal tebusannya. Maka takutlah kepada Allah!

Ketiga, validitas hadis dukhon Jumat pertengahan Ramadhan.

Hadis yang dimaksud adalah berikut :

إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي رَمَضَانَ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ، وَمَا الْمُحَرَّمُ» ، يَقُولُهَا ثَلَاثًا، «هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، يُقْتَلُ النَّاسُ فِيهَا هَرْجًا هَرْجًا» قَالَ: قُلْنَا: وَمَا الصَّيْحَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: ” هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ، فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهِنَّ، فِي لَيْلَةِ جُمُعَةٍ، فِي سَنَةٍ كَثِيرَةِ الزَّلَازِلِ…..

“Apabila ada suara keras pada bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara pada bulan Syawal. Kabilah-kabilah akan berselisih pada bulan Dzulqa’dah, dan akan terjadi pertumpahan darah pada bulan Dzulhijjah dan Muharram.”

“Tahukah kalian apa yang akan terjadi di bulan Muharram?” tanya Nabi hingga tiga kali.

“Jauh dari yang kalian kira. Manusia akan saling bunuh dalam hiruk-pikuk.”

Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bilakah teriakan keras tersebut?”

Rasulullah menjawab, “Itu terjadi pada pertengahan Ramadhan malam Jumat. Suara keras yang membangunkan orang tidur, yang berdiri akan duduk, gadis-gadis pingitan berhamburan keluar dari biliknya. Pada jumat pada tahun terjadi gempa di mana-mana”.

Kemudian mari kita simak penjelasan para ulama pakar hadis, tentang validitas hadis di atas:

Al-‘Uqaili rahimahullah berkata,

ليس لهذا الحديث أصل من حديث ثقة ، ولا من وجه يثبت

Hadits ini tidak memiliki sumber yang terpercaya dan sumber yang shahih“. (Adh-Dhu’afa Al Kabir 3/52)

Ibnul Jauzi rahimahullah,

هذا حديث موضوع على رسول الله صلى الله عليه وسلم

Hadits ini maudhu‘ (palsu) didustakan kepada Rasulullah”. (Al Maudhu’at 3/191)

Syeikh Al-Albani rahimahullah berkata tentang hadits ini,

موضوع ، أخرجه نعيم بن حماد في “الفتن ” (ق 160/1) ، ومن طريقه أبو عبد الله الحاكم (4/517 – 518) ، وأبو نعيم في “أخبار أصبهان ” (2/199) قال : حدثنا ابن وهب ، عن مسلمة بن علي ، عن قتادة ، عن ابن المسيب ، عن أبي هريرة …مرفوعاً .
وقال الحاكم : حديث غريب المتن ، ومسلمة ظن لا تقوم به الحجة .وقال الذهبي : قلت : هذا موضوع ، ومسلمة ساقط متروك

Maudhu‘ (palsu). Diriwayatkan Abu Nuaim bin Hammad dalam Al Fitan 1/160, Abu Abdillah Al Hakim 4/517-518, Abu Nuaim dalam Akhbar Asbahan 2/199 dari jalur Ibnu Wahb dari Maslamah bin dari Qotadah dari Ibnul Musayyib dari Abu Hurairah..

Berkata Hakim, “Hadits ini aneh matan haditsnya, dan Maslamah juga tidak bisa dijadikan hujjah.”

Adz Dzahabi berkata, “Hadits ini palsu, Maslamah adalah rawi yang parah dan ditinggalkan”. (Silsilah Ahadits Adh Dhaifah no 6178 – 6179).
*Kami nukil dari catatan Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi -hafidzohullah-.

Jadi kesimpulannya, hadis yang digembar-gemborkan sebagai dalil dukhon pertengahan Ramadhan 2020, ternyata hadis palsu. Seandainya ada orang menyampaikan statement palsu, memgatas namakan Anda. Lalu statement itu viral, dan akibatnya membuat ribuan atau jutaan orang ketakutan.

Apakah akan diam saja, atau Anda akan marah dan lapor polisi? Saya yakin kita sama, kita akan murka besar dan segera lapor polisi karena telah mencemarkan nama baik Anda.

Bagaimana bila yang dicatut menyampaikan statement palsu adalah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam manusia yang paling mulia?! Kalau kita saja mungkin hanya berujung di jeruji besi, kemudian selesai. Tapi kalau membawa-bawa nama Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, lebih mengerikan lagi hukumannya. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keempat, kita lihat saja besuk Jumat 15 Ramadhan 1441 H, bertepatan dengan 8 Mei 2020, apa yang terjadi.

Demikian…

Wallahua’lam bis showab.

Baca juga :

Referensi :
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani,  Al-Hafid Ahmad bin Ali.  Fathul Bari Bisyarhi Shohih Al-Bukhori. Cetakan pertama 1426 H / 2005 M.  Riyadh – KSA: Dar Thoyyibah.
  • Al-Wabil, Yusuf bin Abdillah bin Yusuf.  Asyrootus Saa’ah.  Cetakan keempat 1435 H.  Riyadh – KSA: Dar Ibnul Jauzi.
  • Tulisan Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi -hafidzohullah, berjudul : Kedustaan Hadits Huru Hara Jumat 15 Jumat.

HamalatulQuran Yogyakarta, 14 Ramadhan 1441 H


Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Artikel : TheHumairo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here