Derita Ibu Hamil yang Berpahala

Bismillahirrahmanirrahim

Tak selamanya sakit itu buruk, ada saja rasa sakit yang diderita seseorang namun mengandung kebaikan. Entah itu penyakit fisik ataupun psikis. Rasulullah menceritakan bahwa rasa gundah-gulana dapat mendatangkan kebaikan dan bahkan bisa menghapus dosa.

Dari sahabat bAbu Sa’id bin Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhuma, beliau berdua menyampaikan, “Rasulullah ﷺ bersabda,

ما يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِن نَصَبٍ ولَا وصَبٍ، ولَا هَمٍّ ولَا حُزْنٍ ولَا أذًى ولَا غَمٍّ، حتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بهَا مِن خَطَايَاهُ.

Tidaklah sesuatu menimpa kepada seorang muslim dari kesusahan (nashob), rasa sakit (washob), kekhawatiran (hammun), kesedihan (huzn), gangguan, dan kegelisahan, sampai duri yang melukainya, melainkan Allah menjadikannya sebagai pelebur dosa-dosanya.” (HR . Bukhari)

Rasa capek dan kesusahan disebut dengan nashob (نَصَبٌ). Ibu hamil yang cepat capek dan letih, disebabkan janin yang dia kandung atau karena mengurus pekerjaan rumah tangga. Ini dapat disebut nashob.

Sakitnya kontraksi yang dirasakan oleh ibu hamil, ini dapat disebut washob (وَصَبٌ)

Ibu hamil juga diliputi rasa was-was. Seperti was-was dengan perkembangan janinnya, sehat tidak, bisa normal ataukah tidak, maka kekhawatiran seperti ini dinamakan hammun /kekhawatiran

Jika rasa duka mendalam, kesedihan yang dirasakan bumil akibat peristiwa yang telah terjadi, misalnya seorang ibu hamil 9 bulan kemudian anaknya lahir lalu anak tersebut wafat, maka rasa duka yang dirasakan tersebut dinamakan huzn /kesedihan.

Rasa sakit karena dighibah, dibully atau bahkan di tampar seseorang, maka rasa sakit ini disebut adza / gangguan.

Seorang istri yang sedang hamil terkena marah suami hanya karena dianggap tidak becus dalam membereskan rumah, menyiapkan makan tak seenak restoran, maka sakit yang dirasakan tersebut dinamakan adza.

Jika seorang tertimpa suatu kesusahan dan kegalauan, gelap gulita seolah semua tak berarti, ini dinamakan ghammun (غَمٌّ). Seperti wanita hamil yang ditinggal suaminya yang tak mau bertanggung jawab, sehingga ia merasakan galau level tertinggi dan merasa ingin bunuh diri, maka ini dinamakan ghammun.

Bisa kita perhatikan bahwa seluruh penderitaan yang disebutkan di dalam hadis di atas, yang menjadi sebab diampuni dosa-dosa, berpotensi besar akan dirasakan oleh Ibu yang sedang hamil. Jika satu saja penderitaan yang disebut pada hadis di atas lalu seorang bersabar, ia akan mendapatkan ampunan dosa, bagaimana jika di dalam satu orang terkumpul seluruh penderitaan tersebut?! Sungguh jika ia bersabar, ia menjadi hamba Allah yang lebih layak untuk diampuni seluruh dosanya.

Jadi, tak semua penderitaan itu keburukan. Justru penderitaan bagi hamba yang beriman adalah sumber pahala jika ia bersabar. Ia akan memaknai setiap apa yang dirasa, bahkan ia adalah ramuan obat yang akan membawanya kepada suatu manfaat. Dan kebaikan itu adalah ampunan serta penghapusan dari berbagai kesalahan dan dosa yang pernah dilakukannya.

Sungguh menakjubkan kehidupan insan beriman sedihnya adalah pahala dengan ia bersabar, dan bahagianya juga pahala karena ia bersyukur.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat menuai kebaikan.

Wallahua’lam bis showab.


Bekasi, 25 Shofar 1443/ 2 Oktober 2021

Ditulis oleh : Ustadz Abu Syafiq Khusna Fakhruddin Lc

Editor isi dan bahasa : Ahmad Anshori

Artikel : Thehumairo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here