Bismillah

Donasi Wakaf

Menghadap ke arah makmum usai sholat, adalah amalan yang disunahkan bagi Imam. Dalilnya adalah hadis sahabat Barro’ bin Azib –radhiyallahu’anhu–,

كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُونَ عَنْ يَمِينِهِ ، يُقْبِلُ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ

Dahulu jika kami sholat di belakang Rasulullah ﷺ, kami senang jika berada di sof sisi kanan beliau. Supaya beliau menghadapkan wajahnya kepada kami. (HR. Muslim)

Dalam hadis lain dari sahabat Samuroh bin Jundub –radhiyallahu’anhu– juga dijelaskan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى صَلاَةً أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ

Nabi ﷺ biasa sesudah mengimani sholat beliau menghadap ke arah jama’ah. (HR. Bukhori)

Tidak Memutar Posisi Duduk, Makruh

Sebagian ulama menilai, hukumnya makruh jika Imam tetap pada posisinya, tidak menghadapkan wajah ke arah makmum, sesudah sholat.

Sebagaimana keterangan dalam Syarah Mukhtasor Al- Kholil berikut,

وكره تنفل الإمام بمحراب المسجد، وكذا جلوسه فيه بعد سلامه على هيئته الأولى

Makruh bagi imam melakukan sholat sunah (rawatib ba’diah) di mihrab, demikian duduk seperti posisinya sebagai imam (pent. tidak menghadap makmum). (Syarah Mukhtasor Al- Kholil Al-Khorqi 4/428)

Imam Disunahkah Menghadap Makmum Usai Sholat
Ilustrasi : sujud adalah kondisi terdekat hamba dengan Tuhannya_thehumairo.com

Mengapa Makruh?

Alasannya berikut :

[1] agar makmum yang ketinggalan (masbuk) tidak salahpaham bahwa sholat sudah selesai.

Jika tidak mengubah posisi imam, bisa-bisa makmum yang tertinggal begitu masuk sholat langsung duduk tasyahud. Padahal imam sedang dzikir.

[2] status ke-imamannya sudah gugur setelah dia mengucapkan salam. Sehingga tidak berhak lagi berada dalam posisi imam.

[3] menjaga imam dari penyakit riya’.

Karena posisi imam adalah posisi yang rawan mendatangkan perasaan sombong dan ingin dimuliakan. Sehingga mengubah posisi dengan menghadapkan wajah ke arah makmum, dapat mencegah dari perasaan ini.

(Lihat : (Syarah Mukhtasor Al- Kholil 4/428 & Fathul Bari 3/89)

Kapan Menghadap Makmum?

Menghadap ke arah makmum setelah membaca dzikir istighfar 3x dan Allahumma antas salaam….

Dalilnya adalah riwayat dari sahabat Tsauban –radhiyallahu’anhu-,

كان صلى الله عليه وسلم إذا سلم استغفر ثلاثاً، وقال: “اللهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، ومنكَ السلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ”

Nabi ﷺ biasa jika usai salam, beliau beristighfar 3x, kemudian membaca: Allahumma antas salaam, wa minkas salam, tabaarokta ya dzal jalaali wal ikroom. (HR. Muslim)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan riwayat di atas,

ولم يمكث مستقبِلَ القِبلة إلا مقدارَ ما يقولُ ذلك ، بل يُسرع الانتقالَ إلى المأمومين ، وكان ينفتِل عن يمينه وعن يساره

Beliau tidak tetap berada posisi duduk menghadap kiblat (setelah sholat, pent) kecuali selama beliau membaca dzikir di atas. Bahkan beliau selalu segera berpindah ke barisan makmum. Beliau terkadang menghadap makmum dengan memutar ke sisi kanan atau terkadang ke sisi kiri. (Zaadul Ma’ad, hal. 91)

Wallahua’lam bis showab.

Semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan…

Hamalatul Quran Yogyakarta, 15 Rajab 1441 H


Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Artikel : TheHumairo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here