Mana yang Lebih Afdol, Qurban Sendiri atau Urunan?

Donasi Wakaf

Bismillah…

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, mengajarkan kepada kita dua teknis ibadah kurban, yaitu secara mandiri dan urunan (kolektif). Sapi dapat dikurbankan secara kolektif maksimal tujuh orang. Unta, sepuluh orang. Adapun kambing, tidak boleh dikolektifkan.

Hanya saja, mana yang lebih afdol antara dua macam kurban itu?

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyyah no. 80049 dijelaskan,

ويرى الحنابلة والشافعية أن الإبل أفضل، ثم البقر، ثم الضأن، ثم المعز. وذكروا أن الشاة أفضل من المشاركة في سُبُع بقرة، لكن صرح بعض فقهاء الشافعية  أن المشتركين إذا كانوا أقل من سبعة فهو أفضل من انفراد كل واحد منهم بشاة.

“Mazhab Hambali dan Syafi’i berpendapat bahwa yang paling afdol adalah kurban unta, kemudian sapi, kemudian domba, lalu kambing.

Mereka juga berpandangan bahwa kurban kambing lebih afdol daripada urunan tujuh orang kurban sapi.

Akan tetapi sebagian ahli fikih Mazhab Syafi’i menegaskan bahwa, kurban urunan jika kurang dari tujuh orang, itu lebih afdol daripada jika mereka yang urunan itu masing-masing kurban kambing sendirian.”

Imam Ibnu Qudamah Al Hambali rahimahullah juga menerangkan,

والشاة أفضل من شِرْكٌ في بدنة ; لأن إراقة الدم مقصودة في الأضحية , والمنفرد يتقرب بإراقته كله ، والمنفرد يتقرب بإراقته كله

“Berkurban kambing sendiri lebih utama daripada kurban unta secara kolektif. Karena menyembelih hewan kurban adalah ibadah yang dituju dalam kurban. Orang yang berkurban sendiri, dia dapat meraup seluruh pahala sembelihan kurbannya.” (Dikutip dari : Aujazul Masalik 10/227)

Bila kita urutkan, teknis berkurban dari yang paling afdol adalah sebagai berikut :

Pertama, kurban sendiri :

1. Kurban unta.

2. kurban sapi.

3. Kurban kambing, lebih diutamakan jenis domba.
Dengan catatan, kurban kolektif unta dan sapi, yang kurang batas maksimal urunan (7 orang untuk sapi, 10 orang untuk unta), misalnya 3 orang urunan sapi atau 4 orang urunan unta, maka itu lebih afdol daripada masing-masing mereka kurban kambing sendiri-sendiri. Sebagaimana pandangan sebagian ulama Syafi’iyah di atas.

Urutan di atas berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa salam,

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat kemudian berangkat ke masjid maka seakan-akan ia berkurban unta, barangsiapa yang berangkat di waktu yang kedua seakan-akan berkurban sapi, barangsiapa yang berangkat di waktu yang ketiga seakan-akan berkurban kambing, barangsiapa yang berangkat di waktu yang ke empat seakan-akan berkurban ayam, barangsiapa yang berangkat di waktu yang kelima seakan-akan berkurban telur. Jika Imam keluar, malaikat hadir (duduk) untuk mendengarkan dzikir (khutbah).”
(Muttafaqun ‘alaih)

Pada hadis di atas, bekurban unta disebutkan pertama, lalu sapi, kemudian kambing. Ini menunjukkan bahwa hewan kurban paling afdol adalah unta.

Kedua, kurban urunan :

1. Kolektif maksimal 10 orang untuk kurban unta.

2. Kolektif maksimal 7 orang untuk kurban sapi.

Sekian, semoga mencerahkan.

Wallahua’lam bis Showab.

Baca juga :

Saat ini Anda bisa berkurban dari rumah saja, bersama lembaga penyalur kurban terpercaya insyaAllah; Baitul Mal Nur Ramadhan :

Kurban bersama Nur Ramadhan

Hamalatul Quran Yogyakarta, 25 Syawal 1441 H


Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Artikel : TheHumairo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here