Bacaan Saat Menyembelih Kurban

Donasi Wakaf

Bismillah

Bacaan yang disunnahkan saat menyembelih kurban adalah

بسم الله ، والله أكبر ، اللهم هذا منك ولك ، هذا عني اللهم تقبل من فلان وآل فلان

Bismillah walloohuakbar, allohumma haadza Minka wa laka, hadza annii
Allohumma taqobbal min (sebutkan nama) wa aali (sebutkan nama pengkurban).

“Dengan menyebut nama Allah. Allah maha besar. Ya Allah, ini dari Engkau dan untuk Engkau. Dan ini ibadah kurbanku. Ya Allah terimalah kurban ini dari… dan keluarga….”

Bacaan di atas diucapkan jika yang menyembelih adalah si pengkurban sendiri. Jika yang menyembelih orang lain atau seorang mengkurbankan orang lain, maka kata yang bercetak tebal :
annii diganti ‘an….(sebutkan nama pengkurban)

Misal yang berkurban adalah Pak Prasetyo dan beliau nyebelih sendiri, maka doanya,

Bismillah walloohuakbar, allahumma haadza Minka wa laka, hadza annii. Allahumma taqobbal min Prasetyo wa aali Prasetyo.

Jika Pak Prasetyo menyembelihkan kurban atau mengkurbankan orang lain, misalnya Pak Slamet, maka doanya,

Bismillah walloohuakbar, allahumma haadza Minka wa laka, hadza an Slamet. Allahumma taqobbal min Slamet wa aali Slamet.

Doa inilah yang dibaca oleh tukang jagal kurban atau yang mewakili sembelihan pengkurban.

Dari semua kalimat doa di atas, terbagi menjadi dua :

  • yang wajib dibaca adalah bismillah saja.
  • Adapun selebihnya, hukumnya sunnah.

Syekh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

والواجب من هذا هو التسمية ، وما زاد على ذلك فهو مستحب وليس بواجب .

“Dari doa di atas, yang wajib dibaca adalah bacaan basmalah. Adapun bacaan selebihnya, hukumnya dianjurkan, bukan wajib.”

Dalil doa di atas adalah hadis-hadis di bawah ini :

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, beliau berkata,

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

Nabi shalallahu alaihi wa sallam menyembelih dua kambing kurban yang bertanduk. Beliau sembelih sendiri dengan tangan beliau. Saat nenyembelih beliau ucapkan bismillah dan bertakbi lalu beliau letakkan kaki beliau pada leher kambing sembelihan. (HR. Bukhori dan Muslim)

Dari Ibnunda Aisyah radhiyallahu’anha, beliau menceritakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِي سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ فَأُتِيَ بِهِ لِيُضَحِّيَ بِهِ فَقَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَلُمِّي الْمُدْيَةَ ثُمَّ قَالَ اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan membeli seekor kambing jantan yang bertanduk, kakinya hitam, perutnya hitam dan matanya hitam. Lalu hewan tersebut didatangkan kepada beliau untuk beliau kurbankan.

Beliau berkata kepada Aisyah, “Ya Aisyah, ambilkan pisau itu.”

Kemudian beliau berkata, “Asahkan dengan batu.”

Maka Aisyah melakukannya.

Kemudian beliau mengambilnya kembali dan beliau mengambil kambing jantan tersebut, lalu beliau membaringkannya, untuk kemudian beliau menyembelihnya, seraya membaca:

بِسْمِ اللهِ، اللهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ، وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

“Bismillaah, Allaahumma taqobbal min Muhammadin wa Aali Muhammadin, wa min ummati Muhammadin.”

Dengan menyebut nama Allah, ya Allah terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad.”

Kemudian beliau berkurban dengan hewan tersebut.” (HR. Muslim)

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan,

شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ عَنْ مِنْبَرِهِ فَأُتِيَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي

Aku ikut bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Idul Adha di lapangan tempat shalat (musholla). Setelah selesai khutbah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam turun dari mimbar, lalu dibawakan kepadanya seekor kambing kibas, lalu Rasulullah menyembelihnya dengan kedua tangannya seraya berkata, ‘Dengan menyebut nama Allah, Allahu akbar, ini adalah Kurbanku dan Kurban siapa saja dari umatku yang belum berkurban.’” (HR. Tirmidzi, no. 1521, dinilai Shahih oleh Syekh Albani, dalam Shahih Tirmidzi)

Dalam riwayat lain terdapat tambahan lafal,

اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ

Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu.” (Irwa-ul Ghalil, 1138 dan 1152)

Kalimat doa “Ya Allah ini dari-Mu“, adalah hewan kurban ini adalah rizki dari Engkau yang telah sampai kepada kami.

Kemudian, “Untuk-Mu..” maknanya,
aku kurbankan ikhlas untuk Engkau. (Syarh al-Mumthi’, 7/492)

Referensi :
https://islamqa.info/amp/ar/answers/36733

Hamalatul Quran Yogyakarta, 09 Dzulqo’dah 1441 


Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Artikel : TheHumairo.com

Saat ini Anda bisa berkurban dari rumah saja, bersama lembaga penyalur kurban terpercaya insyaAllah; Baitul Mal Nur Ramadhan. Cukup klik gambar :

Kurban bersama Nur Ramadhan

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here