Hari – Hari Terbaiknya Dunia

Donasi Wakaf

Bismillah….

Ada hari-hari sangat istimewa di bulan Dzulhijjah. Yaitu hari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Allah ta’ala berfirman tentang keutamaan sepuluh hari tersebut,

لِّيَشۡهَدُواْ مَنَٰفِعَ لَهُمۡ وَيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۖ فَكُلُواْ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡبَآئِسَ ٱلۡفَقِيرَ

Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mere-ka mengingat nama Allah di hari – hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al-Hajj : 28)

Kata Ibnu Abbas radhiyallahuadhiallah, sahabat yang dikenal paling pakar dalam ilmu tafsir, saat menjelaskan makna “mengingat Allah di hari – hari yang telah ditentukan”,

الأيام المعلومات: أيام العشر

“Hari – hari yang ditentukan itu maksudnya adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Nabi shalallahu alaihi wa sallam juga menerangkan tentang keutamaan sepuluh hari tersebut,

ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ولم يرجع من ذالك بشيء

“Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal Dzulhijjah –pen).”

“Apakah juga lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah Ya Rasulullah?” tanya para sahabat.

Beliau shallallahu’alaihi menjawab, “Iya. Bahkan lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah. Kecuali seorang yang berangkat berjihad dengan harta dan jiwa raganya, lal dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid –pent).” (HR. Bukhori)

Secara umum, tentang keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijjah ada ulama yang mengatakan bahwa :

  • sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah sebaik-baiknya hari dalam satu tahun.

Sebagaimana disebutkan oleh hadis. Sehingga keutamaan sepuluh hari tersebut, jauh lebih banyak daripada sepuluh hari terakhir ramadhan. Alasannya, karena di sepuluh hari terakhir ramadhan, juga terkandung Ibadah dalam sepuluh hari awal Dzulhijjah, seperti puasa, sholat, sedekah dan yang lainnya. Adapun sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini lebih unggul karena adanya Ibadah agung berupa ibadah haji.

  •  Ada ulama yang berpandangan, sepuluh hari terakhir ramadhan lebih afdol karena adanya Lailatul Qadar. Yang merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan.
  •  Pendapat ketiga memilih jalan tengah : mereka mengatakan bahwa siang harinya, sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari yang paling afdol. Adapun malam harinya, sepuluh malam terakhir ramadhan lebih afdol.

Dengan demikian, seluruh dalil yang berbicara tentang hal ini terkompromikan. (Lihat : Tafsir Ibnu Katsir, jilid 5 hal. 416)

Pendapat ketiga inilah yang tampak lebih kuat. Wallahua’lam.

Kesimpulannya, sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang sebentar lagi kita temui, adalah diantara hari-hari terbaiknya dunia. Sebagaimana malam hari sepuluh hari terakhir ramadhan adalah juga malam – malam yang paling afdol.

Imam Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan mengapa sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari yang paling istimewa,

والذي يظهر أن السبب في امتياز عشر ذي الحجة لمكان اجتماع أمهات العبادة فيه، وهي: الصلاة والصيام والصدقة والحج، ولا يتأتى ذلك في غيره.

“Tampaknya alasannya karena di sepuluh hari pertama Dzulhijjah terkumpul induk-induk ibadah, seperti sholat (sholat id, pent), puasa (disunahkan puasa di sepuluh hari tersebut terutama puasa Arafah, pent), sedekah (pembagian daging kurban, pent) dan haji. Ibadah-ibadah ini tidak berkumpul kecuali di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (Lihat : Fathul Bari jilid 3 hal. 291)

Wallahua’lam bis showab.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Hamalatul Quran Yogyakarta, 27 Dzulqo’dah 1441 H


Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Artikel : TheHumairo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here