Tiga Tingkat Kualitas Agama Seorang

Bismillahirrahmanirrahim..

Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa ada tiga tingkat kualitas agama seseorang, pada surat Fathir ayat 32,

ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikandengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

Mari kita urutkan dari yang tingkat paling baik kemudian ke bawah :

1. Sabiqun bil Khoirot (bersegera melakukan kebaikan)

2. Muqtashid (pertengahan)

3. Dzolimun Linafsih (dzolim kepada diri sendiri)

Siapa mereka?

Sabiqun bil Khoirot adalah

وهم الذين أدوا الواجبات، ومع ذلك عندهم نشاط ففعلوا المستحبات والنوافل، وتركوا المحرمات، وتركوا المكروهات كراهة تنزيه، وتركوا فضول المباحات خشية الوقوع في المحرمات،

Orang-orang yang menjalankan kewajiban-kewajiban agama. Bersamaan itu mereka juga semangat mengerjakan ibadah-ibadah yang sunnah. Mereka tinggalkan segala yang haram dan makruh. Perkara mubah yang berlebihan juga merka tinggalkan, khawatir terjatuh pada perkara yang haram.

Muqtashid adalah

وهو المؤمن المطيع الذي أدى الواجبات وترك المحرمات، لكن ليس عنده نشاط في فعل المستحبات والنوافل، وليس عنده نشاط في ترك المكروهات كراهة تنزيه وفضول المباحات، بل قد يتوسع في المباحات وقد يفعل المكروهات

Orang beriman yang taat. Dia tunaikan kewajiban-kewajiban agama. Dia tinggalkan yang haram-haram. Namun ia tidak memiliki semangat dalam mengerjakan ibadah-ibadah yang sunah. Dan tidak semangat dalam meninggalkan perkara-perkara makruh. Bahkan terlalu longgar dalam perkara mubah atau terkadang melakukan perbuatan makruh.

Dzolimun Linafsih adalah,

وهو المؤمن العاصي الذي أخل ببعض الواجبات أو فعل بعض المحرمات

Orang beriman namun masih gemar maksiat, baik maksiat berupa teledor dalam menjalankan kewajiban agama atau melanggar larangan.

Maka yang paling tinggi derajatnya adalah, kelompok Sabiqun bil Khoirot; mereka mengumpulkan antara wajib dan yang sunah dan meninggalkan yang haram makruh. Kemudian yang paling rendah adalah kelompok Dzolimun Linafsih, kebalikannya Sabiqun bil Khoirot. Dzolimun Linafsih orang-orang yang teledor dalam melakukan perintah, sehingga cacat dalam penunaian kewajiban dan dalam meninggalkan larangan, sehingga bermudahan dalam melakukan maksiat.

Terlepas dari tiga tingkatan di atas, ketiga kelompok ini adalah orang-orang beriman. Mereka hanya berbeda pada tingkat keimanan. Dalil yang menunjukkan bahwa mereka masih orang beriman meski berada pada level yang bawah ( Dzolimun Linafsih), adalah ayat di atas, pada pembukaan ayat Allah berfirman,

ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami,

Sisi pendalilan :
– Allah tidak mungkin mewariskan kitabNya kecuali kepda orang-orang beriman.
– Allah menyebut mereka sebagai “hamba-hamba Kami”. Dan hamba Allah tentu orang beriman.

Bagaimana bisa orang yang maksiat dan teledor melakukan kewajiban masih disebut mukmin (Dzolimun Linafsih)?

Jawabannya adalah : karena meski meraka maksiat, mereka selamat dari kesyirikan, mereka tetap mentauhidkan Allah dan ikhlas dalam beribadah kepadaNya.

Ketiga tinggatan ini sama dengan tingkatan agama yang disebutkan di dalam hadis Jibril (hadis panjang yang bercerita tentang pernyataan Jibril kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam tentang Islam, Iman kemudian Ihsan).

Sebagaimana keterangan dari Syaikh Abdul Aziz Al-Rajhi,

وهؤلاء الثلاثة ينطبقون على الطبقات الثلاث المذكورة في حديث جبريل عليه الصلاة والسلام: الإسلام، والإيمان، والإحسان،

Ketiga tingkatan tersebut, sesuai dengan tiga tingkatan agama seorang yang disebut di dalam Hadis Jibril ‘alaihis sholaah wasallam, yakni : Islam, kemudian Iman, kemudian Ihsan.

Wallanua’lam bis showab

***
Referensi :

– Transkrip rekaman syarah Kitab Al-Iman Al-Ausath karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, oleh Syaikh Abdul Aziz Al-Rajhi,
https://al-maktaba.org/book/32154/240

Ditulis di : Ponpes Hamalatul Quran Jogja, 8 Jumada II 1443 H


Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Artikel : TheHumairo.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here