Dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam brsabda,

Donasi Wakaf

ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ

Ada tiga orang yang sudah menjadi hak Allah untuk menolong mereka :

  • mujahid fi sabilillah,
  • budak yang melunasi pembebasan dirinya
  • dan orang yang menikah dengan niat menjaga kehormatan dan agama.

(HR. Tirmidzi, Nasa-i dan Ibnu Majah)

Penjelasan :

Tiga jenis orang yang tersebut dalam hadis, adalah orang-orang yang paling berhak medapatkan pertolongan Allah. Salahsatunya adalah kondisi yang sering dibimbangkan oleh para jomblowan/wati, saat ingin melangkah menikah. Hadis ini adalah motivasi untuk mereka, untuk tidak ragu  melangkah, saat sudah tercapai baa-ah, tidak perlu bimbang soal modal nikah, mintalah pertolongan kepada Allah.

Saat Allah tahu bersihnya niat kita untuk menikah, yaitu untuk menjaga kehormatan serta agama kita, maka Allah pasti  memberi kita solusi dan pertolongan. Keyakinan terhadap ganjaran yang dijanjikan sabda Nabi di atas, adalah sebab datangnya kemudahan anda melalui perjuangan menemukan pasangan hidup yang diberkahi.

Pertolongan Allah untuk menikah yang dimaksud, mencakup dua hal :

  • pertolongan mendapatkan modal nikah dan kemampuan nafkah,
  • juga kemampuan untuk membentengi diri dari fitnah syahwat. (lihat : Al-Arba’un An-Nabawiyah fis Sa’aadati Az-Zaujiyah, hal. 20)

Mengapa hanya tiga jenis orang di atas yang disebut dalam hadis?

Imam At-Thiibi rahimahullah berusaha menjelaskan alasannya,

إنما آثر هذه الصيغة إيذانا بأن هذه الأمور من الأمور الشاقة التي تفدح الإنسان وتقصم ظهره ، لولا أن الله تعالى يعينه عليها لا يقوم بها ، وأصعبها العفاف لأنه قمع الشهوة الجبلية المركوزة فيه ، وهي مقتضى البهيمية النازلة في أسفل السافلين ، فإذا استعف وتداركه عون الله تعالى ترقى إلى منزلة الملائكة وأعلى عليين .

Yang disebutkan dalam hadis hanya tiga jenis orang di atas sebagai peringatan, bahwa tiga kondisi tersebut adalah kondisi terberat untuk bisa dilalui manusia. Kalau saja Allah tidak memberinya pertolongan, maka manusia tak akan pernah mampu sukses melaluinya.

Dan yang paling susah dari tiga kondisi tersebut, adalah ‘afaf (menikah untuk menjaga kehormatan dan agama). Karena usaha menikah adalah usaha memangkas syahwat naluri yang terpatri di dalam diri manusia.

Syahwat tersebut adalah bagian dari karakter hewani, yang menyebabkan martabat makhluk jatuh pada level serendah-rendahnya. Bila seorang mampu menjaga syahwatnya dengan pertolongan Allah, martabatnya akan naik pada level malaikat, level yang paling tinggi. (Mirqotul Mafatih, 6/246)

Wallahua’lam bis showab.

 

Referensi :

  1. Al-Arba’un An-Nabawiyah fis Sa’aadati Az-Zaujiyah, karya : Syekh Abdullah bin Abdurrahman As-Sa’ad –hafidzohullah-. Terbitan : Darul Adaawah-Riyad.
  2. Mirqotul Mafatih Syarah Misykatul Mashobih, tahqiq : Syekh Jamal ‘Aitani, terbitan : Darul Kutub Ilmiyah-Bairut.

Baca Juga:


Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Artikel : TheHumairo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here