Subuh Saat Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman

Bismillah

Turunnya Nabi Isa alaihissallam di akhir zaman nanti, termasuk tanda besar tibanya kiamat. Kabar berkenaan turunnya beliau ke bumi, telah diceritakan dalam Al Qur’an, yaitu pada ayat – ayat berikut :

وَإِن مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ إِلَّا لَيُؤۡمِنَنَّ بِهِۦ قَبۡلَ مَوۡتِهِۦۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكُونُ عَلَيۡهِمۡ شَهِيدٗا

Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka. (QS. An-Nisa’ : 159)

Makna ayat di atas di terangkan dalam Tafsir As-Sa’di,

وما من أحد من أهل الكتاب إلا ليؤمنن بالمسيح عليه السلام قبل موت المسيح، وذلك يكون عند اقتراب الساعة وظهور علاماتها الكبار. فإنه تكاثرت الأحاديث الصحيحة في نزوله عليه السلام في آخر هذه الأمة. يقتل الدجال، ويضع الجزية، ويؤمن به أهل الكتاب مع المؤمنين.

“Pada waktu itu, tak ada seorangpun dari ahli kitab (Nasrani) kecuali akan beriman kepada Nabi Isa alaihissallam sebelum beliau wafat. Itu terjadi saat kiamat sudah dekat dan tanda-tanda besarnya sudah bermunculan. Karena banyak hadis shahih yang mengabarkan turunnya Nabi Isa alaihissallam di akhir zaman umat ini. Beliau akan membunuh Dajjal, meniadakan upeti dan orang Ahlu Kitab akan beriman bersama kaum mukminin.”

Dan juga firman Allah ta’ala,

وَإِنَّهُۥ لَعِلۡمٞ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمۡتَرُنَّ بِهَا وَٱتَّبِعُونِۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ

Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
(QS. Az-Zukhruf : 61)

Ayat di atas, sebagaimana keterangan dari para ulama tafsir; seperti Abdullah bin Abbas, Mujahid, Ad-Dhohak, As-Suddi dan Qotadah, sedang berbicara tentang salahsatu tanda kiamat besar yaitu turunnya Nabi Isa alaihissallam. Karena Allah akan menurunkan Nabi Isa dari langit, menjelang tibanya kiamat. (Lihat : Tafsir Al-Qurtubi)

Adapun dalil dari hadis Nabi shalallahu alaihi wa sallam, adalah berikut salahsatunya,

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام حَكَمًا عَدْلاً، فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.

Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya. Sudah dekat waktunya akan turunnya Isa bin Maryam alaihissallam di tengah-tengah kalian sebagai pemimpin yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan di masa beliau harta akan melimpah ruah. Sampai tak seorang pun yang mau menerimanya.” (HR. Bukhori)

Nabi Isa Turun Di Waktu Subuh

Nabi Isa alaihissallam akan turun dengan keadaan kedua telapak tangan beliau diletakkan pada sayap dua malaikat. Beliau turun ke muka bumi tepatnya di menara putih (Manaroh Baidho’) yang terletak di kota Damaskus, saat tiba waktu shalat subuh.

Pada waktu itu, usai azan subuh berkumandang di kota Damaskus, Imam Mahdi beserta kaum muslimin yang membersamai beliau, hendak melaksanakan sholat subuh. Dengan Imam Mahdi sebagai Imamnya. Sof jama’ah shalat sudah berbaris rapi. Namun, sesaat sebelum sholat subuh dimulai, Nabi Isa Isa alaihissallam turun ke bumi. Tepat di menara masjid yang mereka gunakan sholat subuh. Imam Mahdi pun mundur ke belakang, meminta Nabi Isa alaihissallam menjadi Imam sholat. Namun, Nabi Isa alaihissallam menyampaikan uzur tidak berkenan menjadi imam sholat ketika itu, dan mempersilahkan Imam Mahdi menjadi imam sholat. Beliau pun mengikuti shalat bersama kaum muslimin di masjid tersebut sebagai makmum di belakang Imam Mahdi.

Kejadian ini tepat terjadi pada saat Imam Mahdi dan pasukannya; yaitu kaum muslimin, menyiapkan pasukan untuk menyerang Dajjal.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau mengabarkan, “Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ

Bagaimana kalian jika turun Ibnu Maryam (Nabi Isa) di tengah-tengah kalian dan imam kalian saat itu adalah dari kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di hadis yang lain, diterangkan kisah ini.
Hadis dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ، تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ.

Akan senantiasa ada segolongan dari ummatku, yang berperang demi membela kebenaran sampai hari Kiamat.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya, “Sampai kemudian turun Nabi ‘Isa bin Maryam alaihissallam. Lalu pemimpin golongan yang berperang tersebut berkata kepada Nabi ‘Isa, “Kemarilah, shalatlah mengimami kami.”

Tidak.” Jawab Isa, “sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain. Sebagai penghormatan bagi umat ini.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Wallahua’lam bis showab.

***

Referensi :

@Diselesaikan di : Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Jogjakarta, 4 Shafar 1442 H


Ditulis oleh : Ahmad Anshori (Pengasuh Thehumairo)

Artikel : TheHumairo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here