Mengapa Nabi Isa yang Membunuh Dajjal, Bukan Nabi Muhammad?

Bismillah

Kabar tentang turunnya Isa di akhir zaman, untuk membunuh Dajjal, telah diterangkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya yang mulia.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ، تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ.

Akan senantiasa ada segolongan dari ummatku, yang berperang demi membela kebenaran sampai hari Kiamat.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya, “Sampai kemudian turun Nabi ‘Isa bin Maryam alaihissallam. Lalu pemimpin golongan yang berperang tersebut berkata kepada Nabi ‘Isa, “Kemarilah, shalatlah mengimami kami.”

Tidak.” Jawab Isa, “sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain. Sebagai penghormatan bagi umat ini.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام حَكَمًا عَدْلاً، فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.

Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya. Sudah dekat waktunya akan turunnya Isa bin Maryam alaihissallam di tengah-tengah kalian sebagai pemimpin yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan di masa beliau harta akan melimpah ruah. Sampai tak seorang pun yang mau menerimanya.” (HR. Bukhori)

Muncul sebuah pertanyaan : Mengapa nabi Isa yang membunuh Dajjal, bukan nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam? Padahal Dajjal turun di zaman muat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam?

Berikut beberapa hikmah yang telah disimpulkan oleh para ulama untuk menjawab pertanyaan di atas :

Pertama, sebagai bantahan untuk orang-orang Yahudi atas kepercayaan mereka bahwa mereka telah berhasil membunuh Nabi Isa alaihissallam.

Allah bongkar kedustaan mereka. Dan ternyata merekalah yang diperangi oleh Nabi Isa. Sekaligus Nabi Isa akan membunuh pemimpin mereka di akhir zaman, yaitu Dajjal.

Kedua, di dalam Injil dijelaskan bahwa Nabi Isa begitu memuliakan umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi. Sebagaimana hal ini diceritakan di dalam Al-Qur’an,

وَمَثَلُهُمۡ فِي ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ

Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil. Yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya. Kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; (QS. Al-Fath : 29)

Lalu Nabi Isa alaihissallam berdoa kepada Allah, agar beliau dijadikan termasuk dari umat akhir zaman tersebut. Doa itu dikabulkan Allah. Sehingga Nabi Isa alaihissallam dipanjangkan umurnya sampai beliau diturunkan kembali ke bumi di akhir zaman nanti. Untuk mengembalikan Islam kepada ajarannya yang murni.

Imam Malik rahimahullah menjelaskan,

بلغني أن النصارى كانوا إذا الصحابة الذين فتحوا الشام يقولون : والله لهؤلاء خير من الحواريين فيما بلغنا

“Ada kabar yang sampai ke kami, bahwa kaum Nasrani saat mereka melihat para sahabat yang menaklukkan negeri Syam, mereka berkata, “Demi Allah, mereka ini lebih baik daripada Hawariyun yang dikabarkan kepada kita.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7/343)

Ketiga, Nabi Isa diturunkan di akhir zaman sebagai tanda sudah dekat ajalnya. Dan agar beliau dapat dimakamkan di bumi. Karena tak ada satupun makhluk yang tercipta dari tanah, akan mati selain di tanah / bumi. Dan ternyata waktu turun beliau tersebut, bertepatan dengan keluarnya Dajjal. Lantas beliau yang membunuh Dajjal.

Keempat, untuk mendustakan keyakinan kaum Nasrani atas keyakinan mereka menganggap Nabi Isa sebagai anak Tuhan. Dan ternyata Nabi Isa menghancurkan salib yang selama ini mereka agungkan dan membunuhi babi.

Di zaman beliau, melalui Nabi Isa, Allah akan runtuhkan semua agama, kecuali Islam.

Kelima, karena Nabi Isa memiliki kedekatan khusus dengan Nabi akhir zaman; Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.

Sebagaimana dinyatakan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya,

أنا أولى الناس بعيسى ابن مريم، ليس بيني وبينه نبي

Aku adalah manusia yang paling dekat dengan Isa bin Maryam. Antara zaman kami berdua, tidak ada Nabi yang memisahkan. (HR. Bukhori dan Muslim)

Di masanya, Nabi Isa alaihissallam telah menjadikan kabar diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, sebagai kabar gembira di khalayak umatnya. Beliau menyuruh seluruh manusia ketika itu untuk mengimani Nabi akhir zaman di saat kemunculannya. Sebagaimana diberitakan Allah dalam firman-Nya,

وَإِذۡ قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ إِنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُم مُّصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيَّ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَمُبَشِّرَۢا بِرَسُولٖ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِي ٱسۡمُهُۥٓ أَحۡمَدُۖ

Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (QS. Ash-Shaf : 6)

Sekian…

Wallahua’lam bis showab.

Referensi :
  • Asyrotus Saa’ah, karya Syekh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil, penerbit : Dar Ibnul Jauzi.

@Diselesaikan di : Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Jogja tercinta, 21 Muharram 1442 H


Ditulis oleh : Ahmad Anshori (Pengasuh Thehumairo)

Artikel : TheHumairo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here